10/10/2016

Missing You


 

Kerinduan merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan sebagai tanda turunnya rasa bernama cinta. Yang pahit terasa manis, yang manis menjadi hambar. Itulah cinta. Pembolak balik segalanya.

Dan kini air mataku menetes bebas begitu saja saat merindukannya.

Ahh~ hujan memang penguasa alam tangis. Ketika ia terjun, selalu ada saja orang di dunia ini yang akan mengangis bersama sang rinai.

Angin semilir menyapu wajahku, membawa rona baru dalam hidupku. Aku mencintainya. Kian hari aku kian memantapkannya.

Aku mengenang segala kejadian dengannya. Mendekap tubuhku sendiri berharap ia yang melakukannya saat ini. Oh sungguh inilah rindu.

Mengenakan jaket jeans miliknya yang terlihat-sangat-aneh dikenakan saat tidur. Namun, apa peduliku dengan fashion saat ini? Seleraku telah mati. Bergantikan imajinasi.

Imajinasiku akannya, pangeran berkuda putihku.

Aku merapatkan selimutku, mengetikkan kata-kata untuk menghantarkannya tidur. Seperti biasa, dia manja. Dan aku menyukainya.

Kembali ku bayangkan ia mendekapku, mengecupku sambil melontarkan ribuan kata cinta yang membuat mabuk kepayang.

Hingga nanti akhirnya tanpa sadar aku terlelap. Namun tak sampai disitu, bahkan imajinasiku akan berlanjut hingga ke alam mimpi.

Dan dengan bodohnya, pada jam yang sama, kita akan sama-sama terbangun di tengah malam dan saling berkirim pesan kembali.

Ahh~ bodohnya kerinduan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar